Senin pagi tanggal 03 Mei 2010 pukul 08.21. ketika mentari baru saja meninggi dan rutinitas manusia baru saja dimulai, di sudut kamar observasi Rumah Sakit Anna telah lahir sosok mungil bayi laki-laki dengan berat 3kg dan panjang 50cm. tangisnya yang nyaring langsung memecah suasana tegang pada saat proses persalinannya. tangis itu pula yang langsung memancarkan kebahagiaan tak terkira bagi Bunda yang telah melahirkannya, Ayah yang menantikannya dan keluarga besar kedua orang tuanya.
أت الله ضياء الفجر (Atilla Dhiyael Fajri). inilah nama yang kami berikan kepadamu. sebagai sebuah doa yang indah serta harapan yang luhur. semoga kelak engkau menjadi anak yang sholeh, patuh pada ajaran agama, berbakti kepada orang tua dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran.
Entah apak kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami atas kehadiranmu nak. sungguh, kehadiranmu membawa berjuta suka cita dan kegembiraan yang luar biasa. Bunda yang sudah dua malam tidak tidur menahan kontraksi seketika mendadak fresh setelah mendengar tangisan pertamamu. seolah hilang semua rasa sakit yang ia rasakan sewaktu persalinan. ada kekuatan yang sanggup menggantikan penat, lelah dan sakitnya menjadi senyuman dan tawa. kamu lah kekuatan itu. kehadiranmu telah melengkapi keluarga ini. membawa keriangan serta harapan akan indahnya rumah tangga yang penuh berkah, saling menyayangi, mengasihi, dan bersama-sama menggapai cinta dan keridhaan-Nya.
Kamu pasti penasaran bagaimana cerita tentang kelahiranmu kan? Inilah kilas balik detik-detik menjelang kelahiranmu.
Kamis malam, 29 April 2010 Bunda sudah mulai mules dan ada sedikit flek darah, walaupun intensitasnya belum terlalu sering. tapi karena menurut prediksi dokter hari kelahiran kamu diperkirakan tanggal 30 April 2010, Ayah lalu membawa bunda ke rumah sakit pada hari tersebut ditemani oleh Ati (Nenek -Mamanya Bunda-), Mba Fal dan Mba Kal. pukul 10 pagi bunda diperiksa oleh Dr. Murni dan beberapa suster RS tersebut. sekitar 30-40 menit diperiksa di ruangan tertutup, Dr Murni lalu keluar dan mengabarkan kalo Bunda belum ada pembukaan. Dokter menyarankan supaya Bunda dalam beberapa hari kedepan untuk memperbanyak jalan kaki. Pulang dari RS sekitar jam 11, Bunda langsung Ayah drop ke Mall Metropolitan Bekasi untuk jalan keliling-keliling sementara Ayah sholat jum'at di Masjid Al-Azhar Jaka Permai. setelah sholat jum'at ayah kembali ke Mall. kita sempat makan siang dulu, dan baru pulang sekitar jam setengah tiga. lumayan, berarti tadi Bunda sudah jalan kaki sekitar 3 jam lebih.
Esoknya, Sabtu 01 Mei 2010 Bunda kamu bener-bener "ngamuk" buat jalan. saat matahari belum terbit, setelah sholat subuh Bunda langsung jalan pagi ditemani sama Ati, karena Ayah masih di Masjid. Bunda keliling komplek galaksi trus belanja di pasar galaxi. ada cerita lucu sekaligus menegangkan. waktu jalan pagi itu, ternyata Bunda berpapasan dengan orang kurang waras (gila). entah kenapa tiba-tiba orang itu mengikuti Bunda dan Ati yang lagi jalan. Bunda sampai ketakutan banget karena diikuti orang itu, ditambah suasana pagi itu masih sepi. Bunda jalannya jadi cepat-cepat, sampai lupa kalau perutnya sedang ndut karena saking takutnya. untunglan di salah satu belokan / pertigaan jalan, Bunda ketemu beberapa tukang ojek. dan akhirnya orang itu tidak mengikuti Bunda lagi. ahh.. lega rasanya :)
Sore harinya sekitar jam 15.30 kita janji ketemuan dengan Mama Rena dan Keluarganya di Senayan City. ternyata Mama rena punya voucher Chiwey Junior (semacam donut gitu). jadi kita nongkrong dulu di food court buat makan baru deh jalan-jalan setelah itu. lumayan lama buanget kita berada di senayan city. kira-kira jam 8 malam baru kita pulang. huff.. rasa-rasanya Bunda sangat puas jalan kaki hari ini. bener aja, pas tengah malam, cerita detik-detik menegangkan dimulai!
Malam itu bunda tidak bisa tidur. perutnya sudah sering mules-mules banget. sekitar jam 1 malem (sudah masuk hari Minggu, tgl 2 Mei 2010) bunda turun ke kamar ati buat tanya dan meminta pendapat Ati sebaiknya bagaimana. apakah ke rumah sakit atau nanti dulu. ternyata Ati menyarankan dibawa saja ke Rumah Sakit saja. Ayah yang waktu itu sudah di alam mimpi tiba-tiba dibangunkan oleh Odung (kakek -Papanya Bunda) untuk ke rumah sakit. mungkin karena bangun tidur mendadak, terus terang Ayah panik banget jadinya, Ayah pikir Bunda sudah akan lahiran saat itu juga. tapi ditengah kepanikan Ayah itu, terselip cerita lucu juga. jadi waktu kita keluar dari pintu rumah -masih di teras depan-, suasana di depan rumah itu agak remang-remang. tiba-tiba Odung menangkap sesuatu yang berwarna hitam, bergerak-gerak, dan lincah di lantai teras depan rumah. Ayah pikir itu adalah tikus, jadi secara spontan Ayah teriak dan meloncat ketakutan, lupa bahwa dibelakang Ayah ada Bunda yang sedang menahan sakit perutnya. ternyata eh ternyata,
mahluk berwarna hitam, bergerak-gerak, dan lincah di lantai teras depan rumah itu hanya seekor ikan sapu-sapu yang meloncat keluar dari kolam. huh nyebelin!!
Sampai di rumah sakit sekitar jam 2 pagi, Bunda ternyata sudah pembukaan 1. karena Bunda sudah sering banget mulesnya, Suster di RS itu menyarankan Bunda untuk langsung dirawat saja di ruang observasi pra persalinan. jadilah malam itu malam pertama Bunda menginap di rumah sakit ditemani sama Ayah dan Ati. malam pertama ini, menjelang pembukaan 2, walaupun mules Bunda masih ada jeda waktu makan-minum, ngobrol dan telpon-telponan. ternyata proses pembukaan 1 ke 2 ini memakan waktu yang cukup lama. sampai kira-kira jam 10 pagi bunda baru pembukaan 2.
Sampai sore hari itu, bunda baru pembukaan 3. menurut Dokter, katanya dinding rahim Bunda agak tebal jadi Dokter memberi obat yang disuntikkan lewat infus untuk melunakkan dinding rahim tersebut. malam harinya sekitar jam 10an Bunda sudah pembukaan 6. pada tahap ini bunda sudah tidak bisa diajak ngobrol lagi. mulesnya menurut Bunda sudah sangat luar biasa. jangankan untuk ngobrol, untuk senyum pun Bunda sudah tidak bisa. ternyata poses di pembukaan 6 ini berlangsung cukup lama. semalaman bunda mengerang kesakitan, menahan mules yang dirasakannya. bolak-balik malam itu suster memeriksa pembukaan yang ternyata belum meningkat.
Ayah baru kali ini melihat rasa sakit yang teramat sangat dirasakan seseorang. Bunda benar-benar tidak bisa lagi tersenyum. keringat dingin bercucuran. matanya sayu merintih, badannya bergetar oleh mules yang dirasakannya. bagaimana tidak, disaat rasa mules itu datang begitu kuat, dia juga dipaksa agar bisa menahan untuk tidak ngeden. tangannya menggenggam kencang pada tangan Ayah, sesekali terlihat air mata menetes dari pelupuk matanya; menandakan betapa berat sakit yang dirasakannya. tidak ada yang bisa Ayah lakukan untuk meringankan rasa sakitnya selain berdoa dan selalu mengingatkan Bunda untuk memohon dan berpasrah diri kepada Allah swt. cuma itu yang bisa dilakukan.
Sekitar jam 3 pagi (Senin 03 Mei 2010), Bunda kira ia ngompol, ternyata air ketubannya sudah rembes. bunda sempat panik, apalagi saat itu pembukaannya masih berhenti di 6. Ayah juga sangat khawatir, tapi Ayah mengerti dalam kondisi seperti ini harus ada yang bersikap tenang. untunglah ada Ati yang sangat tabah menyemangati anaknya untuk bersabar dan bertawakkal. entah seperti apa sakitnya bunda waktu itu. sampai berkali-kali dia bilang sama Ayah dan Ati kalo dia sudah tidak sanggup, tidak kuat menahan rasa sakitnya. walau tidak sempat terucap, Ayah yakin Bunda pasti terfikir untuk melakukan operasi cesar saja agar sakit yang dia rasakan segera berakhir.
Ketika pagi mulai menjelang. cuma satu pertanyaan yang berkali-kali bunda ulangi. "dokter Murni sadah datang belum?". entah berapa kali pertanyaan itu ia lontarkan di sela-sela rintihan dan erangan kesakitannya, dan ayah cuma bisa menjawab "sebentar lagi, sabar ya..". Ayah kemudian bernazar, jika bunda disegerakan dan dimudahkan persalinannya, Ayah akan memberi makan 100 orang fakir miskin / yatim piatu. alhamdulillah tidak berselang beberapa lama dari nazar itu, suster mengatakan bahwa bunda sudah pembukaan 8 menjelang 9. wah senangnya, berita ini seperti memberi harapan baru bagi Bunda untuk tetap bertahan dalam kesakitannya. menjelang jam 8 dokter Murni datang dan mengatakan bahwa pembukaannya sudah lengkap, dan siap untuk melahirkan. lalu ayah dipanggil untuk menemani bunda melewati tahap akhir persalinannya.
Tibalah saatnya. dengan instruksi singkat dari dokter agar bunda menarik nafas panjang dan ngeden semampunya akhirnya detik-detik kelahiranmu pun tiba. pada ngeden pertama, sudah terlihat kepala kamu. tapi dokter bilang jika ngedennya Bunda kudang kencang. akhirnya Dokter meminta suster untuk bantu mendorong kamu dari atas perut bunda. ngeden kedua, kepala kamu sudah mulai sedikit terlihat. tapi nafas bunda
sudah keburu habis. lalu dokter menyarankan Bunda segera menarik nafas kembali dan segera ngeden sambil dibantu oleh suster yang mendorong dari atas. ngeden ketiga, kepala kamu akhirnya keluar. dengan sigap Dokter langsung menarik kepala kamu keluar. dan.... Allahu Akbar! sosok mungil yang selama ini hanya bisa Ayah lihat dan rasakan dari luar perut bunda sekarang telah terlihat wujudnya. lega rasanya melihat kamu sudah lahir normal, sehat dan tidak kekurangan sesuatu apapun. puji dan syukur hanya padaMu ya Allah.
Setelah dibersihkan oleh suster, Ayah segera mengumandangkan adzan di telinga kamu. Ayah ingat persis kamu terdiam ketika ayah mengumandangkan adzan. seolah kamu mendengar seruan suci yang terdapat dalam kalimat adzan tersebut. itulah pesan pertama Ayah padamu. pesan untuk berpegang pada persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, dengan mengikuti segala konsekuensinya. setelah diadzankan, kamu lalu di tahniq; yaitu memasukkan kurma yang lembut (sari kurma) kedalam mulut kamu. subhanallah lucu sekali melihat bibir mungil itu mengecap-ngecap rasa manis di mulutnya. tidak bosan-bosan rasanya memandangi wajahmu yang bersih itu.


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Comments (0)